Cocok 100% Itu Nggak Ada Dikamus Pernikahan, Karena Sebagian Besar Memang Harus Dicocok-cocokin Agar Rumah Tangga Langgeng

Jika seseorang melihat pasangan pernikahan selalu bahagia, dan kebetulan kedua pasangan adalah orang yang baik, terlihat penyabar, dan seakan-akan cocok dalam segala hal, pasti orang lain berkata “Wah, pasangan itu cocok sekali”.
Padahal, yang terjadi sebenarnya adalah mereka nggak secocok yang dilihat orang kebanyakan, hanya saja mereka berdua pandai mengadu kesabaran untuk bisa saling menerima, saling mengerti, dan saling berirama melangkah bersama dalam satu tujuan.
Karena memang, tidak ada pernikahan yang cocok 100%, yang ada adalah 100% saling melengkapi. Sebab, kata sempurna itu sampai kapanpun takkan pernah bisa dicapai.
Mustahil Seseorang Menikah Karena Segalanya Telah Cocok, Karena Sampai Kapanpun Manusia Ini Akan Tetap Berbeda Satu Sama Lain
Maka, mustahil seseorang itu menikah karena segalanya telah cocok, karena sampai kapanpun manusia ini akan tetap berbeda satu sama lain. Ntah hal itu sikapnya, karakternya, kebiasaannya, dan semacamnya.
Tapi mengapa mereka berkata kita telah cocok saat memutuskan menikah? Karena keduanya merasa telah yakin bahwa dengan bersama kecocokan itu akan benar-benar tercipta.
Lebih Tepatnya Bila Telah Mantap Menikah Itu Bukan Karena Telah Cocok Dalam Segala Hal, Tapi Merasa Yakin Dengannya Bisa Saling Melengkapi
Karena lebih tepatnya bila telah mantap menikah itu alasan sebenarnya bukan karena telah cocok dalam segala hal, tapi merasa yakin dengan bisa saling melengkapi. Dan bila perasaan itu telah tumbuh diawal, tentu cocok 100% itu mungkin akan benar-benar ada.
Jadi, Pastikan Saat Bersama Jangan Berkata “Udah Nggak Ada Kecocokan”, Hanya Karena Brsamanya Kau Telah Merasa Bosan Dengan Perbedaan Yang Ada
Jadi, pastikan saat telah bersama, lantas karena telah merasa bosan dengan perbedaan yang ada, kamu menggampangkan kata “Udah nggak ada kecocokan, ayo kita pisah” jangan!!!.
Sebab bila hanya itu alasannya maka akan sangat menggelikan kedengarannya, karena sampai kapanpun dan dengan siapa kamu akan hidup kata cocok itu sebenarnya tidak akan pernah kamu temukan, bila kamu tidak belajar untuk saling melengkapi satu sama lain.
Karena Cocok Itu Perlu Dicipta, Perlu Disabar-sabarin, Dan Perlu Yang Namanya Kerendahan Hati Untuk Belajar Mengalahkan Keegoan Diri
Karena cocok itu perlu dicipta, perlu disabar-sabarin, dan perlu yang namanya kerendahan hati untuk belajar mengalahkan keegoaan diri, agar bersama tak hanya merasa senang sementara.
Sebab mustahil bila hidup bersama akan akur selamanya, pasti ada yang namanya perselisihan sikap, kebiasaan, dan pola pikir, maka disitulah diperlukan yang namanya sifat extra sabar dan ketulusan hati untuk mengalah demi mempertahankan kedamaian yang ada.
Cocok 100% Itu Nggak Ada Dikamus Pernikahan, Karena Sebagian Besar Memang Harus Dicocok-cocokin Agar Rumah Tangga Langgeng
Ingat, cocok 100% itu nggak ada dikamus pernikahan, karena sebagian memang harus dicocok-cocokin agar rumah tangga langgeng hingga tua nanti.
Kata cocok itu ada ketika kedua pasangan kompak untuk bisa selaras dalam menahan ego, melatih sabar, dan bisa menerima setiap celah kekurangan dan kelebihan yang ada.
Semoga menginspirasi dan bermanfaat

Sumber : humairoh.com

Karena menikah, yang terpentingnya adalah SAH, bukan WAH. Ingat, tujuan menikah adalah untuk menyempurnakan agama, bukan untuk mengikuti nafsu semata.

Menikah? Tidak usahlah bermewah-mewah dengan menggelar resepsi yang megah, jika hanya untuk mendapat sanjungan dengan kata-kata indah. Karena menikah, yang terpentingnya adalah SAH, bukan WAH. Ingat, tujuan menikah adalah untuk menyempurnakan agama, bukan untuk mengikuti nafsu semata.


Maka dari itu, lakukanlah segala sesuatu dengan sederhana, tanpa harus berlebihan dalam segala hal. Jangan melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat, apalagi sampai mengundang maksiat. Jangan takut pernikahanmu dinilai tidak berkelas, atau tidak meriah hanya karena digelar dengan sederhana. 

Sebab keberkahan yang tercipta didalam sebuah pernikahan, tidak tergantung pada seberapa besar atau seberapa mewah kita menggelarnya.Tetapi, seberapa besar niat membina suatu hubungan dalam jalan Allah, do’a yang mengiringi kesungguhan dalam menyempurnakan agama, dan keberanian bersaksi di hadapan Allah dalam bentuk Ijab Qabul dengan sempurna.Maknailah sebuah pernikahan semata-mata hanya untuk tujuan ibadah, agar menjadi berkah hingga bermuara menuju Jannah. Urusan cinta, bahagia, atau kehidupan yang didamba, biar saja itu menjadi ketentuanNya.
Tergantung seberapa besar kesungguhan dan keyakinan kita saat mengejar RidhaNyaMenikah, Sempurnakanlah agama Cari berkahNya Kejar RidhaNya, dan Berjuanglah hingga ke JannahNya. Namun Kenyataannya, Kadang Omongan Tetangga Jauh Lebih Mahal Dibandingkan Dengan Sakralnya Pernikahan.Indonesia itu memang unik, kadang dalam menjalankan kebaikan dan sunnah rasul saja harus rela menerima cibiran tetangga. Padahal dia gak tahu seberapa susah dan lama kamu menunggu atau mencari jodoh. Dan ketika sudah bertemu dengan dia orang yang kamu sayang dan cocok, tapi disisi lain bukan orang yang kaya raya. Hanya saja dia orang yang bertanggungjawab.

Allah Selalu Punya Alasan Baik, Kenapa Kamu Dipertemukan Lalu Dipisahkan
Omongan tetangga itu memang tak seharusnya menjadi acuan untuk membuat acara wah dan mewah karena sebenarnya jika tak mampu cukup tak pedulikan mereka. Namun, awalnya memang sangat menyakitkaan dan tidak nyaman. Tapi percayalah, buat menikah dengan mewah dan wah, jika pada akhirnya setelahnya kamu justru terlilit utang dan hidup tak bahagia.
Bukankah Tujuan Pernikahan Adalah Untuk Menyemputnakan Agama dan Menambah Keturunan, Bukan Untuk Menutup Mulut Tetangga.
Sebenarnya tujuan pernikah itu sangat mulia, dengan melakukan pernikahan dan niat lillahi taala saja kamu sudah mendapatkan pahala yang belipat ganda. Dan tujuan pernikahan lainnya adalah untuk meneruskan keturunan dan tentu saja mendidik anak-anak juga kelak.
Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang
Sumber : Berbagai Sumber Media Online

Semakin suami memberi uang lebih kepada istri semakin banyaklah rezeki suami, percaya nggak?

Semakin suami memberi uang lebih kepada istri semakin banyaklah rezeki suami, percaya nggak? Aku percaya karena aku sudah membuktikannya, Maka jangan heran kalau rezekimu segitu2 aja, semakin banyak kita mengeluarkan rezeki apalagi ke jalan allah. Maka insya allah, allah akan melipat gandakan setiap harta yang kita keluarkan. Pergunakanlah hartamu sebaik mungkin dan berbagilah karena berbagi tak pernah rugi, dengan berbagi kita akan mendapatkan keuntungan yang berlipat lipat, bagi yang enggak percaya silahkan di coba maka kamu akan merasakan hasilnya.


Untuk para suami jangan pelit sama istri ya.. kalau mau rezekimu lancar terus. karena menafkahi anak istri juga salah satu bentuk jihad di jalan Allah. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya apa saja yang engkau nafkahkan dengan maksud mencari keridloan allah, niscaya engkau akan diberi pahala, bahkan juga apa saja yang engkau sediakan. (muttafaq ‘alaih).Dengan bekerja untuk keluarga yang disandarkan pada niat lillahi ta’ala. serta mencari keridloan-Nya, seseorang akan memperoleh pahala yang tak terhingga.Diceritakan, suatu ketika saat Rasulullah dan para sahabat sedang duduk bercengkerama, lewat seorang laki-laki yang tampak dari kulitnya bahwa ia seorang pekerja keras.Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang diusahakannya itu dijalan allah?”Rasulullah menjawab, “apabila bekerja untuk anaknya yang masih kecil, ia berada dijalan allah. Apabila bekerja untuk orangtuanya yang telah renta, ia dijalan allah. Apabila bekerja untuk dirinya sendiri demi terhindar dari perbuatan tercela, ia dijalan allah. Namun jika bekerja karena riya’ dan takabur, ia berada dijalan setan (HR. Tabrani).Dari Abu Mas’ud. dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda : “Apabila seseorang menaafkahkan harta untuk keperluan keluarganya dan berharap dapat memperoleh pahala, itu akan dicatat sebagai pahala baginya” (muttafaq ‘alaih).Disisi lain, ada seseorang yang enggan mencari nafkah buat keluarganya, sehingga keluarganya mengalami kesusahan dan terlunta-lunta, maka Rasulullah mengecamnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra, ia berkata, “Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyia-nyiakan orang yang harus dinafkahinya’” (HR. Abu Dawud)Sabda Rasulullah diatas mengecam dengan keras penyelewengan yang dilakukan suami atas anak-istrinya dengan meremehkan tanggung jawab untuk menafkahi keluarga.Tanggung jawab itu harus dipenuhi seorang kepala keluarga agar mereka tidak sampai merendahkan martabat dirinya.Tapi kita juga perlu memperhatikan sifat istri yang melancarkan rezeki suami lho.Ada beberapa keterangan tentang sifat istri yang mendatangkan rezeki bagi suami.

    Wanita yang taat pada Allah dan rasul-Nya
Wanita yang taat pada Allah dan Rasul-Nya akan membawa rumah tangga menuju surga, menuju ketentraman.Rumah tangga yang tentram, nyaman, bahagia adalah rezeki yang sangat berharga. Rumah tangga yang dinahkodai suami yang shalih didampingi istri yang shalihah akan menjadikan rumah tangga itu berkah, menghasilkan anak-anak yang salih atau shalihah, mendapatkan ridha dan rahmat Allah.
    Wanita yang taat pada suaminya
Sepanjang perintah suami tidak bertentangan dengan agama, maka istri wajib mentaatinya. Ketaatan seorang istri pada suaminya akan membuat hati suami tenang dan damai dan bisa menjalankan kewajibannya mencari rezeki yang halal untuk keluarga. Akan halnya wanita yang berkarier di luar rumah bisa tetap bekerja sepanjang suaminya mengizinkan dan kewajibannya untuk menjaga diri dengan baik di tempat kerja.“Laki-laki adalah pemimpin atas wanita karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Maka wanita-wanita yang shalih adalah yang taat lagi memelihara diri di belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya,” (Q.S. An Nisa : 34).
    Wanita yang melayani suaminya dengan baik
Tugas utama istri adalah menjalankan tugas rumah tangga dengan sebaik-baiknya, melayani suami dengan baik serta mendidik anak-anaknya. Istri yang baik berusaha melayani suaminya dengan baik seperti menyiapkan makanannya, menyiapkan keperluannya, memenuhi kebutuhan biologisnya, menjaga perasaan suaminya jangan sampai suaminya terluka karena sikapnya.Wanita yang demikian akan menjadi kesayangan suaminya dan bisa menjadi partner yang baik dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah dan menarik hal-hal positif dalam rumah tangganya, termasuk rezeki bagi suaminya.
    Wanita yang berhias hanya untuk suaminya
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah,” (H.R. Muslim).Adalah sifat wanita yang suka bersolek dan berhias, tapi wanita yang shalih hanya berhias dan menampakkan perhiasan untuk suaminya. Wanita yang jika dipandang suaminya selalu menyenangkan dan tahu bagaimana menyenangkan suaminya. Wanita yang bahkan malaikat pun mendo’akannya akan memudahkan rezeki datang padanya.
    Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami
Saat suami keluar mencari nafkah, istri yang ditinggalkan di rumah harus menjaga kehormatannya, menjaga dirinya dari tamu yang tidak pantas, membatasi keluar rumah jika tidak terlalu penting. Harta suami yang dititipkan padanya dipergunakan pada hal-hal yang bermanfaat dengan seizin suaminya.Wanita seperti ini memudahkan rezeki masuk ke dalam rumahnya sebagai upah dari ketaatannya kepada Allah dan kesetiaan pada suaminya.
    Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya
Wanita ini tahu bagaimana menyenangkan hati suaminya. Menjaga sikap dan perilaku agar tidak menyinggung dan melukai perasaan suaminya. Dia selalu berusaha agar suaminya tidak marah padanya. Dia tidak akan pergi tidur dalam keadaan marah atau meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sampai memperoleh maafnya. Mengajak suaminya bercanda untuk menceriakan perkawinannya. Berusaha mendidik anak-anaknya dengan baik. Menjaga rahasia perkawinan dari orang lain.”Maukah kalian kuberitahu istri-istri yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya, dimana jika suaminya marah dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata ” Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha,” (H.R. An Nasai).Istri seperti ini adalah istri yang dimudahkan rezekinya melalui tangan suaminya karena amalan dan kesetiaan pada suaminya,
    Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas
Wanita yang tidak pernah mengeluh berapapun rezeki yang dibawa pulang suaminya. Selalu ikhlas menerima dan menghargai apapun yang diberikan suami kepadanya. Banyak disyukuri sedikit pun diterima dengan ikhlas. Wanita seperti ini adalah wanita yang mensyukuri rezekinya.Allah sudah menjanjikan bahwa jika kita bersyukur Dia akan menambah rezeki kita. Wanita yang bersyukur dan ikhlas rezekinya senantiasa bertambah baik kuantitas maupun keberkahannya yang akan diberi Allah langsung padanya ataupun melalui suaminya.
    Wanita yang bisa menjadi partner dalam meraih ridha Allah
Wanita yang menjadikan rumah tangganya sebagai ibadah, pengabdiannya kepada Allah. Bisa menjadi teman diskusi yang berimbang bagi suami. Bisa melakukan koreksi dan menyampaikan dengan lembut kepada suaminya.Mendengarkan nasihat dan kata-kata suaminya dengan penuh perhatian. Sebelum melaksanakan ibadah sunnah seperti puasa sunnah meminta izin kepada suaminya dan tidak melaksanakan jika tidak diizinkan. Bisa menjadi pendorong dan motivator suami untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Itulah mengapa ada kalimat ” dibalik pria yang sukses ada wanita hebat di belakangnya”. Karena wanita seperti ini adalah rezeki utama suaminya.
    Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya
Wanita yang bersyukur adalah wanita yang menerima semua kehendak Allah padanya tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik termasuk dengan mendoakan suami dan anak-anaknya agar sukses dunia akhirat. Wanita ini tidak pernah putus do’a, tapi menjadikannya sebagai rutinitas harian, penghias bibir setelah shalat.Wanita ini tahu bahwa rezeki suaminya akan ditambah dan diberkahi jika dirinya senantiasa melibatkan Allah pada langkah suaminya melalui doa-doa yang dipanjatkannya setiap hari.Dan betapa beruntungnya seorang laki-laki jika bisa mendapatkan istri dengan ciri-ciri seperti di atas. Jika pun istri ternyata belum memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah tugas suami untuk mendidik istrinya, karena istri adalah tanggung jawab suaminya dan dia akan ditanya di akhirat tentang hal itu. Wallahu a’lam
Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang
Sumber : Berbagai Sumber Media Online

Seorang Perempuan Marahnya adalah Diam, Cerewetnya tanda Peduli dan Bencinya dia akan Pergi jauh meninggalkan mu

Perempuan merupakan pribadi yang unik. Saat ia marah, ia akan lebih memilih diam seribu bahasa. Saat ia peduli dengan seseorang, ia bisa begitu cerewet bahkan seakan posesif. Dan ketika ia menyimpan benci ke seseorang atau marah yang terlalu dalam, ia lebih memilih pergi dan tak akan pernah kembali lagi.

Dibandingkan dengan pria, perempuan adalah pribadi yang selalu mengedepankan perasaannya. Melansir dari laman prevention.com, perempuan memiliki sifat yang cukup jauh berbeda dengan pria. Dan ini merupakan hal yang wajar. Meski terkadang apa yang dilakukannya dinilai berlebihan, apa yang ia lakukan sebenarnya adalah hal yang tak berlebihan sama sekali.

Amarah dan Diamnya Perempuan

Beberapa penelitian menyebutkan jika ketika marah hampir 80% perempuan memilih diam. Hal ini dilakukan karena perempuan adalah pribadi yang cukup pandai mengontrol emosi dalam dirinya. Agar kemarahan dan kekecewaan yang dirasa tidak terlalu memuncak, diam adalah cara terbaik untuk meredam kemarahan dan kekecewaan tersebut.
Penelitian yang dilakukan para ahli di University of Basel di Switzerland mengungkapkan jika perempuan memang ditakdirkan lebih emosional dibanding pria. Emosional di sini bukan berarti perempuan lebih kasar atau kaku. Sebaliknya, perempuan lebih mengedepankan perasaannya. Saat marah sekalipun, ia lebih bisa mengontrol diri dan bersabar.

Perempuan Mengontrol Perasaan Tidak dari Hati Saja Tapi Juga Otak

Penelitian yang dilakukan para ahli menemukan jika saat mengontrol emosi dan perasaannya, perempuan tidak hanya menggunakan hati saja tetapi juga menggunakan otak. Para ahli menemukan jika struktur otak perempuan pria dan perempuan memiliki perbedaan signifikan. Perbedaan struktur inilah yang memengaruhi sifat keduanya.

Umumnya, pria memiliki volume insula anterior atau volume materi abu-abu yang tumbuh lebih besar di otaknya jika dibandingkan dengan perempuan. Inilah alasan kenapa pria lebih gampang emosi dan cenderung menjadi pribadi kurang peka bahkan mengabaikan perasaan orang lain. Berbeda dengan perempuan yang memiliki volume lebih kecil dan membuatnya memiliki perasaan peduli, kesabaran serta cinta yang lebih besar.

Berperasaan Bukan Berarti Selalu Lemah

Karena perempuan dikenal sebagai pribadi yang mengedepankan perasaan, tidak sedikit yang menyebutnya sebagai pribadi lemah. Jangan salah Sahabat Fimela, meski perempuan mengedepankan perasaan, sangat peduli saat jatuh cinta, mendadak memilih pergi saat merasa benci dan cenderung meneteskan air mata saat sedih, bukan berarti perempuan adalah sosok yang lemah.

Meski sangat mengedepankan perasaan, perempuan sejatinya adalah pribadi yang tangguh dan bisa mengontrol emosinya dengan sangat baik. Jika menemukan perempuan yang mudah marah dan memilih diam, sangat cerewet karena peduli dan memilih pergi karena benci, inilah hal wajar. Ini juga merupakan sisi unik dari pribadi perempuan.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang

Sumber : Berbagai Sumber Media Online

Walaupun Sering Dimarahi, Tenyata Anak Sulung Selalu Punya Ruang Istimewa Di Hati Orang Tuanya

Anak sulung adalah insan pertama yang ada dalam rahim ibu menjadikan dia cukup istimewa berbanding anak-anak lain.Betulkah kenyataan tersebut?

Menurut Dato’Dr. Haji Mohd Fadzilah Kamsah, anak pertama atau sulung mempunyai karektor yang tenang, bertolak ansur dan mudah diajak berbincang.Malahan anak sulung juga biasanya lebih cemerlang berbanding adik-beradik yang lain.Mereka dikatakan lebih cenderung menjadi contoh kepada adik-beradik yang lain.Anak Sulung Juga Berkebolehan Memujuk Orang Lain Sehingga Mampu Mengawal Orang Lain Dan Situasi Yang Menyukarkan.Tetapi adakalanya anak sulung agak sensitif dan meminta perhatian yang lebih jika diabaikan oleh orang lain terutama ibu bapa serta adik-beradik lain. Ego adalah istilah paling tepat unutk mereka.
Ego
Walaupun mampu bertolak ansur, tetapi anak sulung sebenarnya lebih degil dan ego dalam segala hal. Dengan kata lain mereka tak mahu dipandang rendah dalam segala hal apatah lagi diperkecilkan kebolehannya. Malahan anak sulung tidak suka diarahkan segala tindak tanduk yang bakal mereka lakukan.
Bertolak ansur dan rasional
Walaupun tegas namun anak sulung masih mampu untuk bertolak ansur dalam segala hal. Mungkin ini disebabkan mereka cuba bersikap rasional dalam segala hal terutama sekali kepada adik-beradiknya.Memang betul kadangkala anak sulung lebih tegas berbanding anak lain. Mungkin sebagai ketua kepada adik-adiknya, karektor ini lebih terserlah. Mungin kerana cuba mempamerkan sikap dan rasa tanggungjawab mereka kepad aibu ayah serta kesemua adik-beradik lain.
Mengawal orang lain
Hal ini selalu dikaitkan dengan keupayaan anak sulung yang pandai bermain dengan kata-kata. Keramahan serta pergaulannya yang lebih luas membolehkan dia mengawal situasi dan orang lain di sekeliling. Hal ini juga mungkin disebabkan rasa hormat adik-beradik lain kepada anak sulung yang lebih banyak pengalaman dan ilmunya.
Lebih bijak
Sebagai orang yang terawal, anak sulung dilihat lebih bijak dalam segala hal. Ini termasuklah berjaya di dalam pelajaran dan kerjaya. Kegigihan ini didorong oleh rasa ingin dicontohi oleh orang lain terutamanya adik-beradiknya.
Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang
Sumber : Berbagai Sumber Media Online

Rumah Tangga Tidak Akan Bahagia Jika Orang Tua Terlalu Banyak Ikut Campur

Setiap pernikahan pasti memiliki cerita tersendiri dan selalu memiliki hal yang berbeda-beda setiap orangnya.

Ada yang memiliki suami kasar, ada pula yang memiliki mertua yang jahat bahkan ada juga yang memiliki mertua suka ikut campur tentang urusan rumah tangganya, sebagaimana kisah perempuan ini yang memiliki orang tua suka ikut campur masalah rumah tangganya.


Perempuan ini bernama suci yang mana ia sudah menikah selama 1 tahun 10 bulan namun belum dikarunia anak.

Menikah itu bukan hanya menyatukan dua orang saja melainkan menyatukan dua keluarga, tentu bukan hal yang mudah.

Terutama jika dia anak satu-satunya sehingga orang tuanya selalu ikut andil dalam banyak hal termasuk dalam rumah tangganya, padahal dia sudah menikah.

Padahal jika seorang perempuan sudah menikah maka pengambil keputusan adalah suaminya, sedangkan dia justru ayahnya.

Ketika anaknya memberi saran kepada orang tuanya agar tidak mengatur kehidupan ankanya karena dia sudah menikah justru orang tuanya marah dan mengatakan bahwa ia anak durhaka.

Merasa Bingung


Tentu sebagai anak juga sebagai istri merasa kebingungan, usia kehamilan sudah menginjak 1 tahun sepuluh bulan namun orang tuanya yang mengambil peran.

Tentu suaminya terlihat sedih, pernah sang anak mengabaikan keputusan orang tuanya justru malah sedih dan sakit. Maka dari itu sebagai anak dan juga istri merasa kebingungan untuk mencari solusinya.

Padahal sebagai isrti harus patuh kepada suaminya, karena setelah menikah kewajiban istri yang awalnya patuh kepada orang tua berpindah kepada sang suami, namun bukan berarti sebagai anak akan berhenti berbakti kepada orang tuanya.

Singkat cerita pada jaman Nabi Muhammad diceritakan, bahwa ada seorang istri yang dilarang oleh sang suaminya untuk keluar rumah sampai suaminya pulang.

Lalu tiba-tiba sang kakak datang menemuinya dan mengatakan bahwa orang tuanya meninggal dunia.

Sang kakak mengajak adeknya tersebut namun ia berkata bahwa ia dilarang keluar rumah oleh suaminya hingga sang suami pulang kerumah.

Sang kakak marah lalu meninggalakn sang adek tersebut. Akan tetapi karena sang anak patuh kepada suaminya, maka orang tua dari sang anak tersebut masuk surga karena telah mematuhi suaminya. Ia pun berkata bahwa ia ingin menjadi istri yang patuh kepada suaminya.

Namun ia tidak tahu harus bagaimana dengan sikap orang tua yang selalu ikut campur dalam keluarganya.

Ia hanya bisa berdoa kepada Allah semoga Allah memberi hidayah dan orang tuanya terbuka hatinya sehingga tidak ikut campur dalam rumah tangga anaknya lagi.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang

Sumber : Berbagai Sumber Media Online

Ketika Kau Sudah Membahagiakan Istri dan Anak-anakmu, Maka Tunggulah Saat Keberuntungan Itu Datang Kepadamu

Untukmu para suami, teruslah bahagiakan istri dan anak-anakmu, jangan pernah jenuh untuk terus berupaya membahagiakan istri dan anak-anakmu, meski jalan yang kamu tempuh saat ini sangat rumit dan penuh rintangan.

Selalu tunaikan tanggung jawabmu, sebab Allah tidak akan pernah tidur melihat jerih payahmu yang demikian, dan tunggulah keberuntungan dari Allah datang kepadamu.
 


Berjuanglah Untuk Membahagiakan Keluargamu, Karena Disitulah Allah Akan Angkat Derajatmu

Maka berjuanglah terus para suami untuk membahagiakan keluargamu, berjuanglah terus membahagiakan istri dan anak-anakmu, karena disitulah nanti Allah akan angkat derajatmu, oleh karena itu jangan mengeluh atas jalan yang telah Allah berikan.

Terus Ikhlas Membahagiakan Istri dan Anak-anakmu, Maka Allah Akan Memberi Hadiah Luar Biasa Atas Perjuanganmu

Maka teruslah kamu ikhlas dalam membahagiakan istri dan anak-anakmu, karena Allah tidak akan pernah sedikitpun abai terhadap usaha dan perjuanganmu, Allah akan memberimu hadiah luar biasa atas perjuanganmu.
Pasti Telah Allah Siapkan Balasan Yang Indah, Untuk Setiap Jerih Payah Yang Kamu Kerahkan Untuk Membahagiakan Mereka

Untuk itu ketahuilah, setiap jerih payah yang kamu kerahkan untuk membahagiakan mereka dan setiap tetes keringat yang menetes dalam perjuanganmu, pasti telah Allah siapkan balasan yang indah untukmu.

Sesulit Apapun Jalan Yang Kamu Tempuh, Jangan Pernah Berputus Asa, Tetaplah Berusaha Karena Allah Selalu Bersamamu

Karena Allah selalu bersamamu, maka tetaplah berusaha walau sesulit apapun jalan yang kamu tempuh dan jangan pernah sekalipun kamu berputus asa dalam menunaikan tanggung jawabmu, karena bahagia mereka sebagian ada dalam usahamu.

Agar Keberuntungan Demi Keberuntungan Selalu Kamu Jumpai, Selalu Bahagiakanlah Anak-anak dan Istrimu

Istri dan anak-anakmu selalu punya doa-doa terbaik untukmu, mereka selalu punya lantunan kata yang indah untuk Allah atas dirimu, maka balaslah mereka dengan usaha dan perjuanganmu yang luar biasa.

Karena tanggung jawab suami adalah kerja keras, membahagiakan anak dan membahagiakan istri.
Dan intinya kamu harus selalu berusaha untuk membahagiakan anak-anakmu dan istrimu, agar keburuntungan demi keberuntungan selalu kamu jumpai.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang

Sumber : Berbagai Sumber Media Online